Kamis, 22 Oktober 2026

Sumur Minas PHR Produksi 602 BOPD, Lampaui Target 146 Persen

Foto: Sumur Minas PHR
Foto: Sumur Minas PHR

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan produksi awal sebesar 602 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD) dari sumur Minas 6C-27A di Lapangan Minas, Blok Rokan, Riau. Capaian tersebut melampaui target awal sebesar 245 BOPD.

Berdasarkan laporan Good News Drilling yang disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada Ruang Energi pada Rabu (21/10/2026), produksi awal sumur tersebut mencapai sekitar 246% dari target yang ditetapkan.

Pengeboran sumur Minas 6C-27A dimulai pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21 dan rampung pada 23 September 2026. Rangkaian pekerjaan yang mencakup mobilisasi rig, pengeboran, hingga penyelesaian awal sumur berlangsung selama 38 hari.

“Alhamdulillah, PT Pertamina Hulu Rokan telah melaksanakan pengeboran sumur Minas 6C-27A di Lapangan Minas pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21,” demikian laporan yang disampaikan Djoko.

Sumur tersebut menggunakan metode directional drilling atau pengeboran berarah, dengan sasaran formasi Bangko LQR (low quality reservoir) pada kedalaman terukur 3.029 kaki.

Setelah rangkaian pengeboran dan penyelesaian sumur rampung, Minas 6C-27A mulai berproduksi atau Put On Production (POP) pada 19 Oktober 2026.

Produksi Awal Lampaui Target

Pada tahap awal produksi, sumur Minas 6C-27A menghasilkan 753 barel fluida per hari (barrels of fluid per day/BFPD), dengan produksi minyak sebesar 602 BOPD dan water cut sebesar 20%.

Produksi tersebut didukung penggunaan Electric Submersible Pump (ESP), yakni pompa listrik bawah permukaan yang membantu mengangkat fluida dari sumur menuju permukaan.

Dibandingkan target awal 245 BOPD, realisasi 602 BOPD memberikan tambahan produksi sekitar 357 BOPD. Dengan demikian, produksi awal sumur mencapai sekitar 2,46 kali target yang ditetapkan.

Capaian tersebut menjadi tambahan positif bagi upaya PHR menjaga dan meningkatkan produksi minyak dari Lapangan Minas, salah satu lapangan utama dalam operasi Blok Rokan.

Meski demikian, tingginya produksi awal perlu diikuti pemantauan secara berkelanjutan untuk memastikan kestabilan produksi. Kinerja sumur dalam jangka panjang akan menentukan besarnya kontribusi terhadap tambahan produksi dan lifting minyak nasional.

Dalam laporan tersebut, Djoko juga menyampaikan harapannya agar produksi sumur dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Mohon doa, produksi dapat bertahan lama,” demikian pesan yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Keselamatan Operasi Tetap Menjadi Perhatian

Selain pencapaian produksi, operasi pengeboran Minas 6C-27A mencatatkan total safe man hours sebesar 1.056 jam selama rangkaian kegiatan pengeboran hingga uji produksi.

Angka tersebut dilaporkan sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam kegiatan operasional hulu migas.

Dalam industri hulu migas, keberhasilan pengeboran tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyelesaian pekerjaan dan besarnya produksi awal. Keselamatan pekerja, keandalan operasi, serta keberlanjutan produksi juga menjadi aspek penting yang harus dijaga.

Keberhasilan sumur Minas 6C-27A memberikan tambahan optimisme bagi upaya peningkatan produksi minyak di Blok Rokan. Namun, kontribusi jangka panjangnya tetap akan bergantung pada kemampuan mempertahankan produksi setelah fase awal operasi.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!