Senin, 19 Oktober 2026

Sumur Manpatu-101 Lampaui Target Produksi, PHM Catat Aliran Gas 16,2 MMscf per Hari

Foto: Dok. Ilustrasi. - kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi lepas pantai di wilayah South Mahakam, Selat Makassar.
Foto: Dok. Ilustrasi. - kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi lepas pantai di wilayah South Mahakam, Selat Makassar.

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama SKK Migas berhasil menyelesaikan pekerjaan tie-back dan re-entry Sumur Eksplorasi Manpatu-101 (MPT-101) di lepas pantai Selat Makassar. Dalam uji produksi sementara, sumur tersebut mencatat aliran gas sebesar 16,2 juta kaki kubik standar per hari (MMscf/d) dan kondensat 655,8 barel per hari (bbl/d).

Berdasarkan laporan progres operasional yang disampaikan Djoko Siswanto kepada Ruangenergi.com pada Minggu (18/10/2026), pengujian dilakukan dengan bukaan choke 30/64 inci. Capaian aliran gas tersebut mencapai 108% dari target awal sebesar 15 MMscf/d.

Hasil ini menjadi tambahan potensi produksi dari wilayah operasi South Mahakam sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi dan lifting migas nasional. Meski demikian, pengujian produksi masih akan dilanjutkan untuk menentukan laju aliran yang optimal dan memastikan keberlanjutan kinerja sumur.

Bagian dari Pengembangan Lapangan Manpatu

Sumur MPT-101 merupakan sumur pengembangan yang tercantum dalam Plan of Development (POD) Manpatu Tahun 2023. Pengembangannya merupakan tindak lanjut dari hasil sumur eksplorasi MPT-1X, yang kegiatan pencarian cadangan awalnya berlangsung pada Agustus 2021 hingga Februari 2022.

Secara geografis, sumur ini berada di perairan Selat Makassar, sekitar 20 kilometer dari Kota Balikpapan, dan termasuk dalam area Lapangan South Mahakam. Pengeboran menargetkan dua zona formasi utama, yakni Sepinggan Deltaic Sequence (SDS) dan Sepinggan Carbonate Sequence (SCS).

Dalam pelaksanaan pekerjaan re-entry, PHM menggunakan rig Zhong You Hai-16 untuk memasang peralatan completion dan membuka kembali jalur hidrokarbon dari zona yang telah terbukti pada fase eksplorasi sebelumnya.

Pekerjaan tersebut mencapai kedalaman akhir 4.158,2 meter measured depth (mMD) dan diselesaikan dalam 49 hari operasi yang dilaporkan berlangsung aman hingga tahap pengujian produksi.

Realisasi Biaya Sumur Mencapai 101,6% dari AFE

Dari sisi biaya, estimasi pengeluaran lapangan untuk menyelesaikan sumur MPT-101 tercatat sebesar US$16.572.647. Angka tersebut setara dengan 101,6% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui sebesar US$16.307.382.

Selisih realisasi terhadap anggaran awal tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan proyek, sementara hasil uji produksi memberikan indikasi awal bahwa kemampuan aliran gas sumur berada di atas target yang ditetapkan.

Keberhasilan pekerjaan ini juga menggambarkan panjangnya tahapan pengembangan hulu migas, mulai dari penemuan cadangan hingga pembangunan fasilitas produksi dan pengaliran hidrokarbon. Dalam laporan tersebut, siklus pengembangan disebut membutuhkan waktu rata-rata sekitar lima tahun.

Uji Produksi Dilanjutkan untuk Menjaga Kinerja Reservoir

Tahap berikutnya adalah melanjutkan uji produksi secara lebih komprehensif untuk menentukan laju aliran yang paling optimal. Tim operasional juga akan memastikan integritas sumur dan kualitas reservoir tetap terjaga guna mendukung produksi dalam jangka panjang.

Menutup laporannya, Djoko Siswanto menyampaikan harapan agar sumur Manpatu-101 segera memberikan kontribusi terhadap lifting nasional dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kelancaran operasi.

“Mohon doa agar segera berkontribusi terhadap lifting nasional dengan aman, lancar, dan selamat. Aamiin YRA,” ujar Djoko.

Capaian awal MPT-101 menjadi perkembangan positif bagi operasi hulu migas di wilayah Mahakam. Namun, kontribusi aktual sumur terhadap produksi nasional akan bergantung pada hasil pengujian lanjutan dan kinerja produksi setelah tahap tersebut diselesaikan.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!