Kamis, 22 Oktober 2026

PGE Kamojang Manfaatkan Panas Bumi, Pengeringan Pupuk Dipangkas Jadi 12 Jam

Foto: Dok. Geofert
Foto: Dok. Geofert

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Kamojang — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) Area Kamojang memanfaatkan energi panas bumi untuk mempercepat proses pengeringan pupuk organik melalui inovasi Geofert. Teknologi ini mampu memangkas waktu pengeringan dari sekitar 14 hari dengan sinar matahari menjadi hanya 12 jam.

Perwakilan fungsi Kehumasan PGE Kamojang, Erwandi, menjelaskan bahwa proses tersebut menggunakan perangkat bernama Dry Cube yang memanfaatkan panas bumi untuk membantu pengeringan pupuk organik.

“Dari yang awal kalau kita pakai matahari biasanya kita bisa membutuhkan 14 hari, ternyata dengan panas bumi namanya Dry Cube itu cuma butuh 12 jam,” ujar Erwandi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Inovasi tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Kanyaah yang dikembangkan PGE Kamojang. Program ini mendorong pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Geofert Olah Limbah Organik Menjadi Pupuk

Melalui program Geofert (Geothermal Fertilizer), limbah organik rumah tangga dan pertanian diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani lokal.

Penggunaan panas bumi dalam proses pengeringan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pupuk organik. Dengan waktu pengeringan yang lebih singkat, proses produksi dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang mengandalkan sinar matahari.

Salah seorang petani muda binaan PGE, Hendro, menyampaikan bahwa pupuk Geofert yang telah melalui proses pengeringan dapat disimpan hingga satu tahun.

Hasil pengolahan pupuk tersebut kemudian terhubung dengan ekosistem Geofarm untuk kegiatan pembibitan dan budidaya tanaman. Sementara itu, hasil panen dapat diolah lebih lanjut melalui ekosistem Geofood.

Rangkaian program ini menghubungkan pengolahan limbah organik, produksi pupuk, budidaya tanaman, hingga pemanfaatan hasil pertanian dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Panas Bumi Dimanfaatkan untuk Budidaya Ikan

Selain pengolahan pupuk, PGE Area Kamojang mengembangkan pemanfaatan langsung panas bumi untuk budidaya ikan melalui program Geofishery. Dalam program ini, energi panas bumi digunakan untuk menghangatkan air kolam budidaya.

Teknologi tersebut diterapkan di kawasan Kamojang yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

Menurut Erwandi, pengamatan terhadap ikan yang dibudidayakan di kolam berpenghangat panas bumi menunjukkan adanya perbedaan bobot dibandingkan ikan di kolam tanpa penghangat, meskipun keduanya memiliki bobot awal bibit yang sama.

“Ternyata ikan di kolam A dan ikan di kolam B dengan berat yang sama di awal bibitnya, setelah sekian bulan itu ternyata memiliki perbedaan dari segi berat. Jadi, lebih berat 85 sampai 90 persen,” katanya.

Temuan tersebut disampaikan PGE sebagai bagian dari pengalaman penerapan teknologi pemanfaatan panas bumi dalam kegiatan budidaya. Namun, angka perbedaan bobot tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi dan metode pengamatan yang digunakan.

Melalui Geofert, Geofarm, Geofood, dan Geofishery, PGE Kamojang memperluas pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk pembangkitan listrik, tetapi juga untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.

Pengembangan pemanfaatan langsung ini menunjukkan peluang penggunaan energi panas bumi untuk sektor pertanian dan perikanan, sekaligus membuka ruang bagi penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!