Senin, 19 Oktober 2026

Maxon Prime Technology Kembangkan Fasilitas DFMA dan Pusat Pelatihan Data Center di Cikarang

Foto: Dok. Istimewa – Direktur Utama PT Maxon Technology Teh Yee Keong dalam peluncuran fasilitas DFMA Workshop dan Quality Training Center di Cikarang.
Foto: Dok. Istimewa – Direktur Utama PT Maxon Technology Teh Yee Keong dalam peluncuran fasilitas DFMA Workshop dan Quality Training Center di Cikarang.

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, CIKARANG – PT Maxon Prime Technology meresmikan Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) Workshop dan meluncurkan Quality Training Center di Cikarang pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kedua fasilitas tersebut dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi konstruksi pusat data (data center) sekaligus memperkuat kompetensi tenaga teknik Indonesia.

Perusahaan menyebut fasilitas tersebut sebagai DFMA Workshop dan Quality Training Center pertama di Indonesia untuk mendukung kebutuhan konstruksi data center. Pusat pelatihan ini juga dilengkapi sejumlah sistem yang beroperasi secara langsung atau live system untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang mendekati kondisi operasional sebenarnya.

Direktur Utama PT Maxon Technology, Teh Yee Keong, berharap pengembangan fasilitas tersebut dapat mempercepat proses konstruksi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat kualitas pekerjaan dalam pembangunan data center.

Sementara itu, Project Director PT Maxon Prime Technology, Tedi Hadisaputra, menjelaskan bahwa DFMA Workshop dirancang untuk mempercepat instalasi, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi pekerjaan ulang atau rework di lapangan.

“Tujuan utamanya adalah proses instalasi konstruksi lebih cepat. Otomatis akan menghemat waktu dan cost,” ujar Tedi dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

DFMA untuk Efisiensi Konstruksi

DFMA merupakan pendekatan yang mengintegrasikan proses desain dengan manufaktur dan perakitan. Dalam konstruksi data center, metode ini memungkinkan sejumlah komponen diproduksi, dirakit, dan diuji terlebih dahulu di workshop sebelum dikirim ke lokasi proyek.

Menurut Tedi, pendekatan tersebut telah diterapkan pada salah satu proyek data center di Cikarang. Melalui proses fabrikasi dan pengujian awal, komponen dapat diperiksa sebelum dipasang di lokasi, kemudian menjalani pengujian lanjutan setelah instalasi.

Alur kerja ini diharapkan dapat mengurangi pekerjaan yang harus dilakukan langsung di lapangan, meningkatkan konsistensi kualitas, dan membantu pengelolaan jadwal proyek.

Penerapan DFMA menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan pembangunan data center yang membutuhkan koordinasi pekerjaan teknis, ketepatan instalasi, dan pengujian sistem secara terintegrasi.

Quality Training Center Dilengkapi Sistem Operasional

Selain workshop, Maxon Prime Technology meluncurkan Quality Training Center yang menyediakan fasilitas simulasi pekerjaan, pengujian kualitas, dan pembelajaran sistem teknis yang digunakan dalam operasional data center.

Fasilitas tersebut mencakup sistem fire protection, Building Management System (BMS), serta pump room yang terintegrasi dan dipantau melalui BMS.

Penggunaan live system memungkinkan peserta mempelajari cara kerja sistem secara langsung, termasuk keterkaitan antara berbagai perangkat teknis. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya terbatas pada teori atau demonstrasi menggunakan peralatan yang tidak beroperasi.

Pada tahap awal, pelatihan diprioritaskan bagi karyawan internal perusahaan. Namun, Maxon Prime Technology juga membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal, termasuk pemilik proyek, mitra, sekolah kejuruan, dan perguruan tinggi.

Perusahaan turut memproyeksikan fasilitas tersebut sebagai sarana pembekalan bagi lulusan baru dari bidang mesin, kelistrikan, dan elektro agar lebih memahami kebutuhan teknis industri data center.

Menjawab Kebutuhan Tenaga Ahli Data Center

Pertumbuhan pembangunan data center di sejumlah kawasan industri, termasuk Cikarang, Karawang, dan Batam, meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan khusus di bidang konstruksi dan operasional pusat data.

Tedi menilai pengalaman teknis menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Menurutnya, jumlah pekerja yang terlibat dalam industri data center tidak selalu sebanding dengan pengalaman khusus yang mereka miliki.

“Banyak pekerja data center, tetapi tidak semua punya pengalaman di data center,” kata Tedi.

Melalui Quality Training Center, perusahaan berharap dapat memperkuat keterampilan tenaga teknik Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi.

Pembekalan tersebut dinilai penting karena kebutuhan tenaga kerja tidak berhenti pada tahap konstruksi, tetapi juga berlanjut ke pengoperasian dan pemeliharaan sistem data center.

Tingkatkan Kompetensi Engineer Indonesia

Ke depan, Maxon Prime Technology menargetkan peningkatan kompetensi tenaga teknik internal agar dapat memenuhi standar dan kebutuhan proyek data center yang terus berkembang.

Perusahaan juga berencana menyesuaikan materi dan fasilitas pelatihan seiring perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar.

“Kami berharap engineer-engineer Indonesia mempunyai kemampuan yang tinggi sesuai kebutuhan pasar global terutama di data center,” ujar Tedi.

Pengembangan DFMA Workshop dan Quality Training Center menjadi langkah perusahaan untuk mengintegrasikan efisiensi proses konstruksi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Efektivitas pendekatan tersebut nantinya akan bergantung pada penerapan di proyek serta kemampuan pelatihan dalam memenuhi kebutuhan kompetensi industri.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!