Senin, 19 Oktober 2026

PLN Batam Bantah Gangguan Listrik Terkait Pengujian Data Center, Cadangan Daya Hampir 20 Persen

Foto: Dok. PLN Batam – Sistem kelistrikan Batam dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi.
Foto: Dok. PLN Batam – Sistem kelistrikan Batam dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi.

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, BATAM – PT PLN Batam menegaskan gangguan listrik yang meluas di Pulau Batam dan Pulau Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026), tidak berkaitan dengan pengujian operasional pusat data (data center).

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan informasi yang mengaitkan pemadaman tersebut dengan proses pengujian atau commissioning pusat data yang membutuhkan daya besar tidak benar.

Menurut Kwin, pusat data yang sedang berkembang di Batam diperkirakan belum beroperasi penuh dalam waktu dekat. Pada tahap awal operasionalnya, tingkat penggunaan diperkirakan belum melebihi 10 persen dari kapasitas total pusat data tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa kebutuhan listrik untuk pusat data telah diperhitungkan dalam perencanaan sistem kelistrikan PLN Batam. Perusahaan menyatakan masih memiliki cadangan daya hampir 20 persen.

Saat ini, sistem kelistrikan Batam memiliki daya pasok sekitar 930 megawatt (MW), sementara beban listrik mencapai sekitar 780 MW. Selisih tersebut menjadi ruang cadangan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang sedang berjalan.

PLN Batam Siapkan Penambahan Kapasitas

Di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik, PLN Batam menyiapkan penambahan kapasitas pasokan. Kwin menyebut daya pasok ditargetkan mencapai 1.200–1.300 MW pada akhir 2027.

Ia mengatakan pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam telah melampaui 15 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang disebut berada pada kisaran 3–4 persen.

Untuk periode 2027–2032, PLN Batam memperkirakan beban listrik bertambah sekitar 300–400 MW. Mengantisipasi kenaikan tersebut, perusahaan merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru.

Selain penambahan pembangkit, PLN Batam juga merencanakan penggunaan Battery Energy Storage System (BESS), yakni sistem penyimpanan energi berbasis baterai, untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam-Bintan.

Baterai untuk Mendukung Keandalan Sistem

Kwin menjelaskan, sistem penyimpanan energi berbasis baterai memiliki karakteristik respons yang berbeda dibandingkan pembangkit konvensional. Baterai dapat merespons kebutuhan daya dengan sangat cepat, sedangkan pembangkit konvensional yang berhenti beroperasi dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali menghasilkan listrik.

Melalui pembangunan pembangkit baru dan penerapan BESS, PLN Batam berharap dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik sekaligus memperkuat cadangan daya di wilayah Batam dan Bintan.

Klarifikasi PLN Batam tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai dugaan keterkaitan antara gangguan listrik pada 12 Oktober dan pengujian pusat data. Perusahaan menyatakan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan commissioning pusat data.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!