SINERGYNEWS, JAKARTA — Ketua Umum Geothermal Energy Nusantara Institute (Geonusa Institute), Josua Sondakh, secara resmi mendorong Direktur Utama PT PLN (Persero) yang baru ditunjuk, Suroso Isnandar, untuk memperkuat diversifikasi energi terbarukan, khususnya energi panas bumi (geothermal). Langkah ini dinilai mendesak guna mengamankan pasokan beban listrik dasar (baseload) nasional yang bersih, andal, dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Josua merespons hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) yang resmi mengangkat Suroso Isnandar menggantikan Darmawan Prasodjo sebagai nahkoda baru perusahaan listrik milik negara tersebut.
Menurut Josua, transisi energi tidak boleh hanya bergantung pada sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten (tergantung cuaca), seperti energi surya atau angin. PLN di bawah kepemimpinan baru harus berani mengambil langkah strategis menempatkan geothermal sebagai pilar utama baseload hijau.
"Indonesia dianugerahi potensi panas bumi terbesar di dunia yang mencapai 23,7 Gigawatt (GW). Namun sangat disayangkan, kapasitas yang baru dimanfaatkan hingga saat ini baru mencapai 2,78 GW. Artinya, pemanfaatan kita baru sekitar 11 persen dari total potensi yang tersedia," ujar Josua Sondakh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Josua menambahkan, karakteristik geothermal yang stabil, andal, dan beroperasi 24 jam penuh tanpa terpengaruh faktor cuaca menjadikannya solusi paling logis untuk menggantikan posisi batu bara sebagai beban dasar kelistrikan nasional.
Tantangan Transisi Energi dan Rekomendasi Geonusa
Sebagai pejabat karier yang sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni untuk mengeksekusi visi ini. Namun, Geonusa Institute mengingatkan bahwa tantangan terbesar terletak pada lambatnya utilisasi kapasitas panas bumi dan tingginya risiko investasi di tahap awal eksplorasi.
Oleh karena itu, Geonusa Institute merekomendasikan tiga langkah taktis bagi direksi baru PLN:
- Akselerasi PPA (Power Purchase Agreement): Mempermudah proses negosiasi kontrak jual-beli listrik panas bumi dengan pengembang swasta (Independent Power Producer/IPP).
- Modernisasi Jaringan (Smart Grid): Mempercepat integrasi teknologi jaringan pintar agar transmisi dari wilayah klaster geothermal terpencil dapat disalurkan secara efisien ke pusat-pusat beban industri.
- Sinergi Pendanaan Hijau: Mengoptimalkan skema pembiayaan internasional dan domestik untuk menekan risiko finansial eksplorasi hulu geothermal.
"Angka 11 persen ini adalah ruang pertumbuhan yang luar biasa besar bagi ketahanan energi kita. Kami di Geonusa Institute siap berkolaborasi memberikan kajian strategis dan teknologi penunjang. Kami berharap Pak Suroso mampu membawa PLN melompat lebih jauh, menjadikan geothermal sebagai tulang punggung kedaulatan energi nasional," tutup Josua.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.