SINERGYNEWS.ID, Jakarta — Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menekankan pentingnya perbaikan pelayanan, percepatan penanganan gangguan, dan keterbukaan dalam menyelesaikan persoalan perusahaan. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja nyata dan penyelesaian masalah yang terukur.
Pesan tersebut disampaikan Suroso dalam kegiatan Town Hall Keluarga PLN untuk memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ia meminta seluruh insan PLN, mulai dari jajaran direksi hingga petugas lapangan, memperkuat koordinasi dan memastikan setiap persoalan ditangani hingga tuntas.
Tiga Prioritas untuk Meningkatkan Pelayanan
Dalam arahannya, Suroso menetapkan tiga fokus awal untuk memperkuat kualitas layanan kelistrikan.
Pertama, memetakan dan menangani wilayah yang berulang kali mengalami gangguan berdasarkan pemeriksaan teknis dan tingkat risiko. Kedua, memperkuat kesiapan pemulihan melalui dukungan personel, peralatan, material, serta koordinasi antarunit. Ketiga, meningkatkan tindak lanjut keluhan pelanggan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penanganan dan perkembangan penyelesaiannya.
Menurut Suroso, gangguan listrik tidak hanya menyangkut persoalan teknis, tetapi juga dapat menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, PLN perlu menyampaikan informasi secara jelas ketika gangguan terjadi, termasuk langkah penanganan dan perkiraan waktu pemulihan berdasarkan informasi yang tersedia. Jika perkiraan tersebut berubah, pelanggan juga harus memperoleh pembaruan informasi.
Dukungan Manajemen dan Keselamatan Petugas
Suroso menegaskan bahwa percepatan penanganan gangguan harus didukung kesiapan operasional. Ketersediaan peralatan, kecukupan personel, kejelasan prosedur, dan keselamatan kerja perlu menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan manajemen.
“Jangan sampai petugas diminta bergerak cepat, sementara kebutuhan kerjanya terlalu lama menunggu keputusan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar prosedur birokrasi tidak menghambat penyelesaian persoalan. Setiap keputusan harus memiliki penanggung jawab yang jelas, sementara kendala yang muncul perlu dipantau hingga selesai.
Di sisi lain, kecepatan pemulihan tidak boleh mengesampingkan keselamatan petugas. Menurutnya, keberhasilan penanganan gangguan bukan hanya ditentukan oleh seberapa cepat listrik kembali menyala, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan memastikan petugas bekerja dengan aman.
“Kita ingin listrik kembali menyala. Kita juga ingin setiap petugas kembali ke rumah dengan selamat,” katanya.
Bangun Budaya Kerja yang Terbuka
Dalam kesempatan tersebut, Suroso turut mendorong budaya kerja yang mengedepankan kejujuran dan keterbukaan. Ia meminta pegawai berani melaporkan persoalan, termasuk ketika target menghadapi kendala atau terdapat risiko pada peralatan.
Menurutnya, laporan yang jujur memungkinkan perusahaan mengidentifikasi masalah lebih awal dan mengambil langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“Kesalahan yang ditutupi dapat tumbuh menjadi gangguan yang lebih besar. Sebaliknya, persoalan yang disampaikan lebih awal memberi kita kesempatan untuk mencegahnya,” ujarnya.
Ia meminta para pimpinan menyediakan ruang bagi pegawai untuk menyampaikan masalah tanpa takut dipermalukan. Aspirasi pekerja juga perlu didengar dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang jelas.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi internal, meningkatkan akuntabilitas, dan membantu PLN merespons persoalan secara lebih efektif.
Siapkan Organisasi Menghadapi Transisi Energi
Selain perbaikan layanan, Suroso mengingatkan pentingnya kesiapan PLN menghadapi perubahan kebutuhan energi dan percepatan transisi menuju energi bersih.
Menurutnya, arah kebijakan pemerintah mengenai ketahanan energi dan pengembangan energi bersih perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan, investasi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Perubahan teknologi dan kebutuhan pelanggan juga menuntut perusahaan terus beradaptasi. Pengalaman pegawai senior, gagasan generasi muda, dan pemanfaatan teknologi perlu dipadukan untuk mendukung transformasi perusahaan.
Menutup arahannya, Suroso mengajak seluruh keluarga besar PLN menjadikan Hari Listrik Nasional ke-81 sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik.
Keberhasilan PLN, menurutnya, tidak hanya tercermin dari keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga dari manfaat listrik yang dirasakan masyarakat, mulai dari mendukung anak belajar, menjaga usaha tetap beroperasi, hingga menunjang aktivitas sehari-hari.
Melalui peringatan HLN ke-81, PLN diharapkan terus memperkuat kualitas pelayanan, transparansi, keselamatan kerja, dan kesiapan menghadapi kebutuhan energi masa depan demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.