SINERGYNEWS.ID, Jakarta — PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperoleh komitmen investasi sebesar SGD555 juta atau setara Rp7,77 triliun dari HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock. Pendanaan ini ditujukan untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia, baik melalui pengembangan usaha maupun akuisisi.
Investasi tersebut memperkuat strategi TOBA dalam membangun bisnis pengelolaan limbah terintegrasi. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah menjadi energi, tetapi juga mencakup pengumpulan, pemilahan, daur ulang, serta pengolahan limbah medis dan industri.
Berdasarkan siaran pers perusahaan, investasi HPS akan dilakukan secara bertahap melalui penerbitan saham preferen baru kepada anak usaha SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), serta melalui instrumen lainnya. Pendanaan ini diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis TOBA di pasar regional.
Fokus pada Rantai Nilai Pengelolaan Limbah
Bisnis pengelolaan limbah memiliki rantai nilai yang luas, mulai dari pengumpulan sampah hingga pemanfaatan kembali material dan pengolahan akhir. Setiap tahapan berpotensi menghasilkan pendapatan, sehingga perusahaan dengan layanan terintegrasi memiliki sumber bisnis yang lebih beragam.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, menilai model bisnis tersebut perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi pembangkit listrik tenaga sampah.
Menurut Leonardo, layanan pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, daur ulang, hingga pengolahan akhir dapat menciptakan sumber pendapatan berulang. Integrasi layanan juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas skala bisnis.
Strategi ini sejalan dengan arah pengembangan TOBA yang sebelumnya menyatakan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikembangkan Danantara di Indonesia bukan prioritas perusahaan. Pada Oktober 2025, TOBA telah menyampaikan fokusnya pada pengembangan bisnis pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan Asia.
Operasi di Singapura dan Indonesia
Di Singapura, TOBA memiliki Cora Environment, perusahaan pengelolaan limbah yang sebelumnya dikenal sebagai Sembcorp Environment dan SembWaste. Perusahaan ini melayani pengumpulan sampah rumah tangga, komersial, dan industri, serta menyediakan layanan pemilahan dan daur ulang melalui fasilitas pemulihan material.
Cora juga mengoperasikan fasilitas Energy-from-Waste (EfW) yang mampu mengolah sekitar 360.000 ton limbah per tahun. Fasilitas tersebut menghasilkan sekitar 1,2 juta ton uap industri setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri di Jurong Island.
Berbeda dari PSEL yang menghasilkan listrik, fasilitas EfW tersebut memanfaatkan panas dari pembakaran sampah untuk menghasilkan uap bertekanan tinggi bagi kebutuhan industri. Pengolahan sampah menjadi energi merupakan salah satu bagian dari kegiatan usaha Cora, bukan keseluruhan model bisnisnya.
Selain Cora, TOBA memiliki Asia Medical Enviro Services (AMES), yang bergerak di bidang pengelolaan limbah medis di Singapura. Di Indonesia, PT Arah Environmental Indonesia menangani pengelolaan limbah medis, industri, dan rumah tangga di 15 provinsi.
Secara kolektif, ketiga perusahaan tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah sepanjang semester I/2026. Sementara itu, Cora melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis di Singapura.
Investasi untuk Memperluas Skala Bisnis
Leonardo menilai kebutuhan pengelolaan limbah yang berlangsung secara rutin di sektor rumah tangga maupun industri dapat membuka peluang pendapatan berulang. Perusahaan yang memiliki jaringan pengumpulan, fasilitas daur ulang, dan kemampuan mengolah limbah menjadi energi juga berpotensi meningkatkan efisiensi melalui integrasi operasional.
Menurutnya, investasi HPS dapat memperkuat kemampuan TOBA dalam memperluas jaringan operasional, mengembangkan fasilitas, dan mengakuisisi perusahaan sejenis di kawasan Asia.
Meski demikian, dampak investasi terhadap profitabilitas perusahaan akan bergantung pada pelaksanaan ekspansi, integrasi operasional, dan kemampuan bisnis yang diakuisisi dalam memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan.
Dengan pendanaan tersebut, TOBA melanjutkan strategi pengembangan bisnis pengelolaan limbah regional yang mencakup berbagai tahapan rantai pasok, dari pengumpulan hingga pemanfaatan limbah menjadi produk dan energi untuk kebutuhan industri.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.