SINERGYNEWS.ID, Jakarta 29 Oktober 2026 – Perjalanan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) di bawah kepemimpinan Ir. Arie Gumilar, S.T., IPM., terus menjadi pilar strategis dalam menjaga marwah PT Pertamina (Persero) sekaligus mengawal kedaulatan energi nasional, Arie Gumilar berhasil membuktikan bahwa advokasi ketenagakerjaan dan kebijakan publik di sektor energi yang kokoh berakar dari kompetensi profesional yang matang di lapangan.

Alumni Teknik Kimia Universitas Diponegoro angkatan 1994 ini meniti karier murni dari bawah di Pertamina sejak November 2001. Mengawali pengabdiannya di Refinery Unit (RU) IV Cilacap—kilang terbesar di Indonesia—Arie mendedikasikan bertahun-tahun waktunya dalam bidang process engineering, manajemen operasi kilang, program konservasi energi, serta penguatan innovation and improvement.
Keahlian teknis dan manajerialnya yang kuat membawa lonjakan karier profesional yang signifikan di lingkungan internal perusahaan. Arie pernah dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Senior Manager Refinery Process Risk Management di PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Downstream). Kini, ia memegang tanggung jawab besar sebagai Senior Manager Technical Operational Risk di PT Kilang Pertamina Internasional. Rekam jejak sepanjang 25 tahun masa kerja ini menempatkan Arie sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya berbicara berdasarkan retorika, melainkan atas dasar data empiris dan pemahaman mendalam terhadap ekosistem industri hulu hingga hilir migas nasional.
Di kancah pergerakan nasional, kepemimpinan Arie Gumilar kerap menjadi sorotan karena keteguhannya dalam menjaga marwah Pertamina dari intervensi politik yang berisiko mengganggu stabilitas operasional. Di bawah arahannya, FSPPB secara konsisten menolak skema privatisasi terselubung dan kebijakan pembentukan sub-holding (unbundling) yang berpotensi melemahkan kontrol negara atas tata kelola energi nasional. Perjuangan ini dilakukan secara terukur melalui kajian ilmiah, diplomasi tingkat tinggi dengan pemangku kebijakan, hingga konsolidasi aksi industrial guna memastikan kepatuhan terhadap Pasal 33 UUD 1945.

Tidak hanya bergerak di internal korporasi dan meja perundingan, Arie dikenal luas oleh elemen gerakan mahasiswa dan civitas akademika sebagai aktivis pejuang energi. Ia secara aktif turun ke kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk memberikan literasi, membedah tantangan ketahanan energi nasional, serta membangun kesadaran kolektif generasi muda mengenai pentingnya menjaga aset strategis milik negara.
Atas dedikasi yang konsisten tersebut, pada September 2026, Arie Gumilar dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai The Best Leader on Strategic-Sector Union Movement dalam ajang 9.9 Awarding oleh media nasional Ketik.com. Apresiasi ini mengukuhkan posisinya sebagai tokoh gerakan serikat pekerja di sektor strategis yang memberikan dampak nyata bagi arah kebijakan energi dan iklim hubungan industrial di Indonesia.
Melalui komitmen profesionalisme di ruang kerja dan keberanian bersuara di ruang publik, perjalanan Arie Gumilar menjadi representasi nyata bagaimana kompetensi teknis seorang engineer dapat melebur bersama semangat aktivisme demi satu tujuan utama: memastikan energi nasional dikelola secara mandiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.