Rabu, 28 Oktober 2026

Refleksi Sumpah Pemuda: Erwin Damanik Ajak Mahasiswa dan Pemuda Indonesia harus Bersatu Mengakhiri "Kegelapan" di 11 Ribu Desa di Nusantara

Desa Energi PEI
Desa Energi PEI

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta — 28 Oktober 2026. Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi titik balik bagi runtuhnya kepedulian generasi muda. Ketua Umum Pemuda Energi Indonesia (PEI), Erwin Damanik, mengirimkan seruan terbuka yang menghentak kesadaran kaum muda dan mahasiswa di seluruh penjuru tanah air untuk berhenti menjadi penonton dan mulai bergerak menyelesaikan masalah nyata di tengah rakyat.

Erwin memaparkan realitas pahit yang sedang dihadapi bangsa. Di balik kemegahan kota-kota besar, terdapat ketimpangan yang luar biasa di 17.380 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Sebanyak 11.000 desa di Indonesia hingga hari ini belum tersentuh listrik sama sekali, dan 4,4 ribu desa lainnya masih hidup dalam keterbatasan tanpa listrik 24 jam.

Gambar Artikel

"Kapan bangsa ini benar-benar merdeka dari kegelapan kalau kita memilih diam? Ini bukan sekadar angka statistik, ini adalah jeritan saudara-saudara kita di pelosok nusantara. 

Saatnya mahasiswa dan pemuda mengambil peran. Kembalikan marwah gerakan kita untuk mengawal kebijakan, dan yang jauh lebih utama: turun langsung mengabdi di akar rumput!" seru Erwin Damanik dengan penuh penekanan.

Dalam pesannya yang ditujukan khusus kepada insan akademis, Erwin menyoroti potensi masif yang dimiliki oleh dunia kampus. Indonesia saat ini memiliki lebih dari 4,3 ribu perguruan tinggi, dan hampir 49 persen populasi bangsa adalah anak muda. 

Gambar Artikel

Namun, Erwin menyayangkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang kerap kali terjebak dalam formalitas tanpa menyentuh substansi.

"Kenapa KKN di perguruan tinggi hari ini hanya menjadi agenda seremonial belaka? Hanya untuk menggugurkan kewajiban SKS? KKN harusnya menjadi senjata bagi mahasiswa untuk memecahkan akar masalah rakyat. Sudah saatnya perguruan tinggi dan mahasiswa mengambil tindakan konkret, melebur bersama masyarakat, dan menghadirkan solusi teknologi serta energi di desa-desa," tegas Erwin.

Gambar Artikel

Melalui momentum Sumpah Pemuda ini, Pemuda Energi Indonesia mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk melakukan gerakan moral dan aksi nyata:

  • Bangkitkan Kepedulian Sosial: Menolak sikap apatis dan mulai peka terhadap ketimpangan sosial, terutama krisis infrastruktur energi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
  • Reformasi Gerakan Mahasiswa: Mengubah orientasi gerakan dari sekadar retorika di ruang publik menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
  • Perjuangkan Keadilan Energi: Bergerak bersama mendesak tata kelola sumber daya alam yang transparan dan mengawal kebijakan energi nasional agar sepenuhnya pro-rakyat.

"Masa depan bangsa ini berada di pundak 49 persen anak muda Indonesia. Kita tidak boleh tinggal diam melihat ketidakadilan ini. 

Gambar Artikel

Mari kita satukan barisan, kawal kebijakan, dan turun ke desa-desa untuk mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita akhiri kegelapan ini bersama-sama!" tutup Erwin.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!