Senin, 19 Oktober 2026

Penyelidikan Gangguan Listrik Batam-Bintan Masih Berjalan

Foto: Dok. PLN Batam – Gardu Induk Sei Harapan di Batam, lokasi gangguan kelistrikan yang masih dalam penyelidikan PLN Batam bersama kepolisian.
Foto: Dok. PLN Batam – Gardu Induk Sei Harapan di Batam, lokasi gangguan kelistrikan yang masih dalam penyelidikan PLN Batam bersama kepolisian.

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, BATAM – PT PLN Batam bersama Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih menyelidiki penyebab gangguan listrik di Gardu Induk Sei Harapan yang berdampak pada pasokan listrik di Pulau Batam dan Pulau Bintan pada 12 Oktober 2026.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan, proses penyelidikan dilakukan untuk mendalami sejumlah temuan di lokasi, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV dan kondisi peralatan gardu induk saat gangguan terjadi.

Menurut Kwin, PLN Batam telah membuka rekaman CCTV Gardu Induk Sei Harapan sejak 17 Oktober dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses pemeriksaan.

Salah satu dugaan awal yang sebelumnya disampaikan PLN Batam adalah kemungkinan masuknya hewan liar ke area peralatan gardu induk. Namun, Kwin menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan.

Ia menjelaskan, petugas PLN Batam yang tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB tidak menemukan hewan liar di sekitar peralatan yang mengalami gangguan. Sekitar pukul 10.30 WIB, tim PLN melihat seekor hewan liar di bawah trafo dalam kondisi lemah dan mengalami luka bakar.

PLN Batam juga menjelaskan bahwa area gardu induk dilengkapi pagar dengan pipa berwarna putih dan kawat beraliran listrik untuk mencegah masuknya hewan liar. Kwin menyebut kawat tersebut dalam kondisi tidak dialiri listrik ketika percikan api terjadi. Hubungan antara kondisi itu dan gangguan yang terjadi masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Posisi CCTV Berubah Sebelum Gangguan

Selain dugaan keberadaan hewan liar, PLN Batam menemukan perubahan posisi salah satu kamera CCTV yang seharusnya mengarah ke trafo yang mengalami gangguan.

Berdasarkan rekaman yang diperiksa, kamera tersebut telah bergeser pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 18.43 WIB, sehari sebelum gangguan listrik terjadi. Akibat perubahan posisi tersebut, bagian trafo yang mengalami percikan api tidak terlihat jelas dalam rekaman.

Kwin mengatakan, PLN Batam belum dapat memastikan penyebab perubahan posisi kamera tersebut. Ia menyebut dugaan bahwa pergeseran dilakukan oleh seseorang yang memiliki akses atau berkaitan dengan pengoperasian peralatan masih perlu didalami.

PLN Batam menegaskan tidak akan menyimpulkan bahwa hewan liar menjadi penyebab gangguan sebelum terdapat bukti yang mendukung dugaan tersebut. Perusahaan menyerahkan pendalaman temuan, termasuk rekaman CCTV dan kondisi peralatan, kepada tim penyelidik.

PLN Tunggu Hasil Pemeriksaan Kepolisian

PLN Batam menyatakan akan mengikuti proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk memastikan penyebab gangguan di Gardu Induk Sei Harapan.

Kwin meminta masyarakat menunggu hasil pendalaman yang dilakukan Bareskrim Polri dan Polda Kepri. Hingga hasil penyelidikan disampaikan, dugaan mengenai penyebab gangguan maupun alasan perubahan posisi kamera CCTV belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan.

Penyelidikan tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap kronologi gangguan yang berdampak pada sistem kelistrikan Batam-Bintan serta memastikan faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!