SINERGYNEWS.ID, INDRAMAYU – Kobaran api yang terlihat dari area Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa (13/10/2026) malam menarik perhatian warga. Nyala api yang membuat langit di sekitar kilang tampak kemerahan itu ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah warga mengaku melihat cahaya merah terang dari arah kilang, tetapi tidak mengetahui aktivitas yang berlangsung di dalam area operasional. Sementara itu, sebagian warga yang tinggal di sekitar Balongan menyebut nyala api serupa bukan hal baru karena berkaitan dengan kegiatan rutin kilang.
Menanggapi kondisi tersebut, Pjs Area Manager Communication, Relation & CSR RU Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, menjelaskan bahwa kobaran api berasal dari flare atau gas suar bakar yang merupakan bagian dari sistem keselamatan industri minyak dan gas bumi.
“Kami memahami bahwa munculnya nyala api flare yang terlihat lebih besar pada malam hari tadi menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Tapi dapat kami pastikan bahwa kondisi kilang tetap aman dan terkendali,” kata Andromedo, Rabu (14/10/2026), sebagaimana dikutip Kompas.com.
Pertamina Pastikan Kondisi Kilang Terkendali
Andromedo menjelaskan, flare memiliki fungsi penting dalam operasional kilang, yakni membakar kelebihan gas hidrokarbon secara terkendali untuk menjaga keselamatan fasilitas.
Menurutnya, ukuran nyala api yang membesar pada waktu tertentu dapat menjadi bagian dari aktivitas operasional yang dijalankan berdasarkan prosedur keselamatan dan pengendalian operasi.
Setelah munculnya kobaran api tersebut, tim operasi bersama bagian Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Kilang Balongan melakukan pemeriksaan dan pemantauan di area operasional.
Hasil pemantauan yang disampaikan Pertamina menunjukkan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali. Perusahaan juga menyatakan tidak ditemukan dampak negatif terhadap masyarakat sekitar berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.
Produksi dan Distribusi BBM Disebut Tidak Terganggu
Pertamina turut memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu proses produksi kilang maupun pendistribusian bahan bakar minyak (BBM).
“Kami juga menjamin hal ini tidak akan berdampak pada rantai pasokan BBM,” ujar Andromedo.
Pihak Kilang Balongan menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau situasi. Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi antara pengelola fasilitas migas dan masyarakat sekitar, terutama ketika aktivitas operasional terlihat mencolok dari luar area kilang. Penjelasan yang cepat dan informasi yang terverifikasi diperlukan agar masyarakat dapat memahami fungsi fasilitas keselamatan industri serta membedakan aktivitas operasional rutin dari kondisi darurat.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.