SEMARANG— Universitas Negeri Semarang (UNNES) memborong sembilan penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan. Penghargaan tersebut diumumkan pada malam penganugerahan, Sabtu (24/10/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kontribusi organisasi kemahasiswaan dalam pemberdayaan masyarakat.
Dari sembilan penghargaan yang diraih, UNNES mencatatkan empat predikat Terbaik I, dua predikat Terbaik II, dua predikat Terbaik III, serta satu predikat Terbaik IV.
Prestasi tersebut melibatkan berbagai unsur perguruan tinggi, mulai dari tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, mitra kelurahan, hingga universitas.
Salah satu capaian penting diperoleh UNNES melalui penghargaan Terbaik III kategori Perguruan Tinggi Paling Inovatif. Penghargaan ini melengkapi delapan penghargaan lain yang diperoleh tim dan mitra dalam berbagai kategori penilaian.
Empat Penghargaan Terbaik I dari Berbagai Bidang
Empat penghargaan Terbaik I diperoleh melalui kontribusi tim dan mitra yang berasal dari sejumlah fakultas.
Engineering Research Club (ENERC) Fakultas Teknik meraih Terbaik I kategori Tim Pelaksana dengan Luaran Paling Komprehensif.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian ENERC dalam pelaksanaan PPK Ormawa melalui program penguatan Desa Wisata Kandri berbasis integrasi smart-agro-edu-tourism. Program ini diarahkan untuk mengembangkan wisata edukasi berkelanjutan di Kelurahan Kandri, Semarang.
Keberhasilan program tersebut juga berkaitan dengan penghargaan Terbaik I kategori Mitra Paling Inovatif yang diraih Kelurahan Kandri sebagai mitra ENERC Fakultas Teknik.
Capaian keduanya memperlihatkan keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam pengembangan program pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum UNNES memperoleh Terbaik I kategori Organisasi Kemahasiswaan dengan Strategi Keberlanjutan Terkuat.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas aspek keberlanjutan program pemberdayaan yang dijalankan PSC melalui program SEKONTAN (Sekolah Konservasi dan Tangguh Bencana) di Desa Keji, Kabupaten Semarang.
Program SEKONTAN mengintegrasikan inovasi teknologi Internet of Things (IoT), sistem peringatan dini bencana, dan pendekatan hukum melalui legal drafting dalam upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman tanah longsor.
Penghargaan Terbaik I lainnya diraih Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK) UNNES pada kategori Tim Pelaksana dengan Poster Paling Informatif.
BEM FK mengembangkan program GLYCOS yang berfokus pada optimalisasi pangan fungsional rendah indeks glikemik dan penyediaan pojok skrining diabetes guna mendukung terwujudnya Kelurahan Sumurrejo yang sehat dan berkelanjutan.
Dosen Pendamping dan Inovasi Mahasiswa Raih Penghargaan Terbaik II
Selain keberhasilan organisasi kemahasiswaan, UNNES juga memperoleh penghargaan melalui kontribusi dosen pendamping dan kreativitas penyajian program.
Prof. Dr. Anis Widyawati, S.H., M.H., dosen pendamping PSC Fakultas Hukum UNNES, memperoleh Terbaik II kategori Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik.
Penghargaan ini berkaitan dengan pendampingan program SEKONTAN yang dilaksanakan PSC FH UNNES di Desa Keji.
Melalui program tersebut, mahasiswa mengembangkan kegiatan pendidikan mitigasi bencana serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Salah satu upaya keberlanjutan dilakukan melalui pembentukan kader masyarakat Jaga Keji.
Di kategori lainnya, Subgugus Latih (SGL) PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES meraih Terbaik II kategori Stand Expo Terlengkap.
SGL PGSD mengembangkan program NGREMBAKA AKSARA yang berfokus pada penguatan keterampilan kewirausahaan berbasis pendidikan (edupreneur skill) lintas generasi melalui integrasi pojok literasi dan hosting library di Kelurahan Podorejo.
Penghargaan stan expo tersebut menjadi capaian dalam penyajian informasi dan hasil pelaksanaan program kepada pengunjung ajang nasional.
UNNES Raih Perguruan Tinggi Paling Inovatif dan Dua Penghargaan Lainnya
Pada kategori perguruan tinggi, UNNES memperoleh Terbaik III kategori Perguruan Tinggi Paling Inovatif.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari pencapaian institusi dalam kompetisi nasional yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi pelaksana PPK Ormawa.
Capaian Terbaik III lainnya diperoleh SGL PGSD FIPP UNNES dalam kategori Tim Pelaksana dengan Poster Paling Inovatif.
Dengan demikian, SGL PGSD menyumbangkan dua penghargaan melalui kategori Stand Expo Terlengkap dan Poster Paling Inovatif.
Adapun penghargaan kesembilan diraih BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNNES, yang memperoleh Terbaik IV kategori Organisasi Kemahasiswaan Paling Berdampak.
BEM FMIPA menjalankan program Sengkuyung Desa Peron yang mengembangkan pendekatan eco-resilience melalui sistem peringatan dini berbasis IoT untuk mendukung ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan keberagaman bidang pengabdian yang dikembangkan mahasiswa UNNES, mulai dari penguatan kesehatan masyarakat, pendidikan dan literasi, pengembangan desa wisata, hingga konservasi lingkungan dan mitigasi bencana.
Daftar Lengkap Sembilan Penghargaan UNNES
Berdasarkan rekapitulasi raihan tim UNNES, berikut sembilan penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026:
- Terbaik I — Tim Pelaksana dengan Luaran Paling Komprehensif: ENERC Fakultas Teknik UNNES.
- Terbaik I — Ormawa dengan Strategi Keberlanjutan Terkuat: Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum UNNES.
- Terbaik I — Mitra Paling Inovatif: Kelurahan Kandri, mitra ENERC Fakultas Teknik.
- Terbaik I — Tim Pelaksana dengan Poster Paling Informatif: BEM Fakultas Kedokteran UNNES.
- Terbaik II — Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik: Prof. Dr. Anis Widyawati, S.H., M.H., dosen pendamping PSC FH UNNES.
- Terbaik II — Stand Expo Terlengkap: SGL PGSD FIPP UNNES.
- Terbaik III — Perguruan Tinggi Paling Inovatif: Universitas Negeri Semarang.
- Terbaik III — Tim Pelaksana dengan Poster Paling Inovatif: SGL PGSD FIPP UNNES.
- Terbaik IV — Ormawa Paling Berdampak: BEM FMIPA UNNES.
Abdidaya Ormawa, Apresiasi atas Pemberdayaan Masyarakat
Anugerah Abdidaya Ormawa merupakan ajang apresiasi nasional bagi pelaksanaan PPK Ormawa yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pada tahun 2026, ajang tersebut mempertemukan 120 tim pelaksana dari 60 perguruan tinggi di Indonesia.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, dengan agenda yang mencakup pameran hasil pemberdayaan masyarakat, penilaian karya dan inovasi, semiloka, sarasehan, serta malam penganugerahan.
Penyelenggara menyediakan 171 penghargaan dalam 45 kategori yang mencakup berbagai unsur pelaksanaan PPK Ormawa, termasuk tim mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, dan mitra pemberdayaan masyarakat.
Ajang tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi mahasiswa sekaligus mengevaluasi keberhasilan program dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta peluang keberlanjutannya.
Bagi UNNES, sembilan penghargaan yang diperoleh dalam satu penyelenggaraan menunjukkan capaian lintas fakultas dan mitra masyarakat pada berbagai bidang pengabdian.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, pemerintah desa atau kelurahan, dan masyarakat agar hasil program tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi manfaat yang berkelanjutan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.