SINERGYNEWS.ID, Jakarta — Perusahaan patungan Eni asal Italia dan Petronas asal Malaysia, Searah, melepas sebagian hak partisipasi atau participating interest (PI) di tujuh blok minyak dan gas bumi (migas) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, kepada dua perusahaan nasional, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Transaksi tersebut mencakup pelepasan 10% hak partisipasi pada masing-masing blok. Langkah ini memperluas keterlibatan perusahaan nasional dalam pengelolaan aset hulu migas, mulai dari wilayah kerja yang telah berproduksi hingga blok yang masih dalam tahap eksplorasi.
Direktur Utama PHE Sunaryanto mengatakan akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki potensi sumber daya besar dan nilai strategis bagi perusahaan maupun negara.
“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara,” ujar Sunaryanto dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).
PHE Ambil Alih 10% Hak Partisipasi di Tiga Blok
Melalui Sales and Purchase Agreement (SPA) pada Oktober 2026, PHE mengambil alih 10% hak partisipasi pada tiga wilayah kerja yang dikelola Searah, yakni North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan.
Transaksi tersebut juga meningkatkan kepemilikan PHE di Blok East Sepinggan menjadi 25%, dari sebelumnya 15%.
Menurut Sunaryanto, keterlibatan Pertamina di wilayah kerja tersebut diharapkan memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur. Akuisisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat portofolio sumber daya energi nasional.
Medco Masuk ke Empat Blok Migas
Selain PHE, Medco Energi menyepakati akuisisi 10% hak partisipasi nonoperator dari Eni pada empat kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) di Cekungan Kutai.
Empat blok tersebut adalah Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal. Wilayah kerja itu memiliki tahapan pengembangan yang berbeda. Muara Bakau telah memasuki tahap produksi, sementara Ganal dan West Ganal berada pada tahap pengembangan. Adapun East Ganal masih dalam tahap eksplorasi dan mencakup penemuan gas di lapangan Geliga.
CEO Medco Energi Ronald Gunawan menyatakan transaksi tersebut melengkapi portofolio perusahaan di Indonesia sekaligus memperluas keterlibatannya dalam rantai pasok gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
“Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia, memperluas kehadiran kami dalam rantai pasokan LNG yang telah terbangun dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia,” ujar Ronald dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Perkuat Potensi Gas Cekungan Kutai
Masuknya PHE dan Medco ke tujuh blok migas yang dikelola Searah diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pasokan gas dari Cekungan Kutai. Wilayah tersebut terhubung dengan infrastruktur LNG nasional, sehingga pengembangan sumber daya gas berpotensi mendukung rantai pasok energi dalam negeri.
Transaksi ini juga disebut dapat mendorong pengembangan Proyek Strategis Nasional Kutei North Hub serta membuka peluang sinergi operasional dengan fasilitas PT Badak NGL di Kalimantan Timur.
Meski demikian, kontribusi aktual dari masing-masing blok terhadap produksi dan pasokan gas nasional akan bergantung pada tahap pengembangan, keberhasilan eksplorasi, kesiapan infrastruktur, serta realisasi rencana operasional.
Akuisisi hak partisipasi tersebut menandai bertambahnya keterlibatan perusahaan nasional dalam aset hulu migas strategis di Cekungan Kutai. Ke depan, pengembangan blok-blok tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemanfaatan potensi gas Kalimantan Timur dan dukungannya terhadap infrastruktur LNG Indonesia.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.