Selasa, 20 Oktober 2026

Menjadi Insinyur, Pemimpin, dan Penggerak Sektor Energi: Kisah Ir. Arie Gumilar, S.T., IPM., Alumni Teknik Kimia UNDIP

Foto: Arie Gumilar
Foto: Arie Gumilar

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID - Di dunia energi, perjalanan seorang insinyur tidak selalu berhenti pada persoalan teknis di balik proses dan fasilitas industri. Pengalaman di lapangan dapat berkembang menjadi kemampuan memimpin, menyuarakan kepentingan pekerja, membangun jejaring alumni, hingga mengambil bagian dalam pembahasan mengenai masa depan energi nasional.

Perjalanan tersebut tercermin dalam sosok Ir. Arie Gumilar, S.T., IPM., alumni Teknik Kimia Universitas Diponegoro angkatan 1994. Setelah menempuh pendidikan S1 Teknik Kimia UNDIP pada 1994–1999, Arie membangun karier profesionalnya di lingkungan Pertamina. Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Manager Refinery Process Risk Management di PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Downstream), sekaligus dipercaya memimpin Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan aktif dalam kepengurusan IKATEKA UNDIP serta BKK PII.

Menekuni Teknik Kimia dan Membangun Karier di Pertamina

Arie bergabung dengan PT Pertamina (Persero) pada November 2001 sebagai Senior Engineer. Seiring perjalanan karier, ia kemudian menjalankan peran sebagai Senior Process Engineer sejak 2016. Sejak Januari 2025, ia menjalankan amanah sebagai Senior Manager Refinery Process Risk Management di PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Downstream).

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi Teknik Kimia dapat berkembang luas dalam industri energi. Penguasaan proses tidak hanya dibutuhkan untuk memahami bagaimana fasilitas bekerja, tetapi juga menjadi bagian dari kemampuan melihat risiko, mengambil keputusan, dan memastikan operasi berjalan secara andal.

Gambar Artikel

Ketika Kompetensi Profesional Bertemu dengan Kepemimpinan Organisasi

Selain berkarier sebagai profesional di sektor energi, Arie memiliki perjalanan panjang dalam organisasi pekerja. Pada Musyawarah Nasional ke-8 FSPPB yang berlangsung di Semarang pada 24–26 April 2024, ia kembali dipercaya menjadi Presiden FSPPB periode 2024–2027. Amanah tersebut merupakan kali ketiga dirinya memimpin federasi yang menaungi serikat pekerja di lingkungan Pertamina Group.

Dalam sambutannya, Arie menekankan bahwa kepemimpinan tersebut bukanlah tentang kepentingan pribadi, melainkan amanah yang diberikan melalui kesepakatan para ketua serikat pekerja. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan persatuan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa seorang insinyur membutuhkan lebih dari kemampuan teknis. Kepemimpinan juga menuntut kemampuan memahami kepentingan banyak pihak, membangun komunikasi, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan menjaga kepercayaan.

Gambar Artikel

Membawa Perspektif Energi Lebih Dekat kepada Generasi Muda

Kiprah Arie sebagai Presiden FSPPB juga berkaitan dengan isu yang lebih luas mengenai sektor energi nasional. Dalam berbagai pernyataannya, ia turut menyoroti kedaulatan energi serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memahami persoalan migas nasional.

FSPPB juga menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dukungan terhadap pengembangan sektor energi yang berwawasan lingkungan sebagai bagian dari arah perjuangannya.

Bagi mahasiswa Teknik Kimia, perspektif ini relevan karena sektor energi merupakan salah satu bidang yang sangat dekat dengan keilmuan yang dipelajari di kampus. Termodinamika, perpindahan panas dan massa, kinetika reaksi, utilitas, hingga pengendalian proses dapat menjadi fondasi untuk berkontribusi dalam industri strategis tersebut.

Gambar Artikel

Tetap Terhubung dengan Almamater dan Profesi

Keterlibatan Arie tidak berhenti pada dunia industri dan organisasi pekerja. Ia juga mengambil bagian dalam pengembangan jejaring alumni Teknik Kimia UNDIP melalui IKATEKA UNDIP. Dalam susunan kepengurusan yang tercantum pada laman resmi IKATEKA UNDIP, Arie menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Selain aktif di IKATEKA UNDIP, Arie juga memperluas kontribusinya pada pengembangan profesi keinsinyuran melalui Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII) dengan mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris I. Keterlibatan aktif dalam berbagai wadah profesional dan almamater ini menjadi bagian penting dalam menjembatani pengalaman industri dengan pengembangan dunia teknik di Indonesia.

Terus Mengembangkan Diri di Bidang Energi

Perjalanan profesional yang panjang tidak membuat Arie berhenti mengembangkan kapasitas akademiknya. Pada 2026, ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Magister Energi UNDIP. Pada tahun yang sama, ia memperoleh penghargaan “The Best Leader on Strategic-Sector Union Movement” dalam 9.9 Awarding Ketikcom. UNDIP turut memberitakan penghargaan tersebut sebagai salah satu prestasi mahasiswa Magister Energi.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi tidak harus berhenti setelah seseorang memasuki dunia kerja. Pendidikan dan pengalaman profesional dapat terus berjalan berdampingan untuk memperluas pemahaman terhadap perkembangan ilmu dan persoalan energi.

Pengalaman yang Menjadi Bekal untuk Mahasiswa Teknik Kimia

Perjalanan Arie memperlihatkan bagaimana satu latar belakang keilmuan dapat berkembang ke berbagai ruang pengabdian. Pendidikan Teknik Kimia menjadi fondasi awal, pengalaman industri membentuk kompetensi profesional, organisasi melatih kepemimpinan, sementara keterlibatan dalam IKATEKA serta BKK PII menjaga hubungan dengan almamater dan dunia keprofesian.

Bagi mahasiswa Teknik Kimia UNDIP, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan teknis tetap penting, tetapi dunia profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghitung dan memahami proses. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengambil keputusan, membangun jejaring, dan memahami persoalan industri secara lebih luas juga menjadi bagian dari perjalanan seorang insinyur.

Terlebih di sektor energi, tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Ketahanan energi, keandalan operasi, keselamatan, transisi energi, keberlanjutan, hingga kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang dan generasi.

Karena itu, mahasiswa Teknik Kimia tidak perlu membatasi diri hanya pada apa yang dipelajari di ruang kelas. Bangun kompetensi teknis dengan kuat, tetapi pada saat yang sama kembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, organisasi, dan keberanian untuk memahami persoalan industri secara lebih luas.

Perjalanan Ir. Arie Gumilar, S.T., IPM. menunjukkan bahwa menjadi alumni Teknik Kimia bukan sekadar tentang tempat seseorang bekerja setelah lulus. Ilmu yang diperoleh dapat menjadi fondasi untuk membangun karier, memimpin organisasi, memperkuat jejaring alumni dan profesi, serta mengambil bagian dalam isu-isu strategis yang berkaitan dengan masa depan energi Indonesia.

Fakta Singkat

  • Nama: Ir. Arie Gumilar, S.T., IPM.
  • Alumni: Teknik Kimia UNDIP, angkatan 1994
  • Pendidikan S1: Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, 1994–1999
  • Karier di Pertamina: sejak 2001
  • Posisi profesional: Senior Manager Refinery Process Risk Management, PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Downstream)
  • Posisi sebelumnya: Senior Process Engineer, PT Pertamina (Persero)
  • Organisasi: Presiden FSPPB periode 2024–2027
  • Kepemimpinan FSPPB: periode 2024–2027 merupakan periode ketiga sebagai Presiden FSPPB
  • IKATEKA UNDIP: Sekretaris Jenderal
  • BKK PII: Wakil Sekretaris I
  • Pendidikan saat ini: Mahasiswa Magister Energi UNDIP
  • Penghargaan 2026: The Best Leader on Strategic-Sector Union Movement

Bagi teman-teman Teknik Kimia UNDIP, perjalanan setelah lulus mungkin belum dapat kita bayangkan sepenuhnya hari ini. Namun, satu hal yang dapat dipersiapkan sejak sekarang adalah membangun kompetensi, menjaga integritas, dan berani mengambil peran ketika kesempatan datang.

Karena pada akhirnya, ilmu yang kita pelajari bukan hanya untuk membawa kita menuju dunia kerja, tetapi juga untuk memberi kita kemampuan mengambil bagian dalam persoalan yang lebih besar.

Sumber:

https://tekim.undip.ac.id/menjadi-insinyur-pemimpin-danpenggerak-sektor-energi-success-storyir-arie-gumilar-s-t-ipm-alumni-teknikkimia-undip/?shem=aimgspe,

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Josua Sondakh dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!