Selasa, 27 Oktober 2026

Menjelang 1 Abad Sumpah Pemuda: Pemuda Jangan Hanya Diam Melihat Pemerintahan Prabowo yang Dinilai Belum Mampu Mengatasi Karhutla di Tanah Air

Foto: Karhutla Kalimantan Tengah
Foto: Karhutla Kalimantan Tengah

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta 27 Oktober 2026 — Kritik terhadap jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian menukik tajam menjelang peringatan 1 abad Sumpah Pemuda. Kebijakan pemerintah mendapatkan rapor merah karena dinilai gagal mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membiarkan krisis air bersih meluas di sejumlah daerah, serta abai terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kondisi ini memicu desakan agar gerakan pemuda dan mahasiswa menghentikan tradisi diskusi formal dan segera melakukan aksi nyata mendesak perubahan.

Gambar Artikel

Aktivis Lingkungan dan Energi, Erwin Damanik, menyatakan bahwa rapor merah penanganan lingkungan dan sosial ini menjadi bukti nyata bahwa orientasi pembangunan saat ini telah keluar dari jalur keberpihakan pada rakyat. Kegagalan menangani karhutla tahunan tidak hanya merusak Ekologis tetapi secara struktural memicu krisis air bersih berkepanjangan yang kini mencekik rakyat di berbagai daerah.

"Hal ini sama saja kita membiarkan rezim menghancurkan masa depan generasi muda," ujar Erwin.

Penderitaan ini kian kontras dengan kondisi masyarakat di wilayah perkotaan hingga 3T yang hingga kini masih dihapkan debgab kepulan asap di sejumlah daerah serta krisis air bersih. 

Gambar Artikel

Erwin juga melayangkan kritik keras kepada organisasi kepemudaan yang dinilai mengalami stagnasi gerakan. Menurutnya, pemuda saat ini tidak boleh terjebak dalam ruang-ruang diskusi yang nyaman tanpa ada tekanan yang berarti ke pihak penguasa.

"Jangan pemuda hanya diam. Sejarah pendahulu Sumpah Pemuda telah berjuang untuk memerdekakan bangsa ini, jangan sampai rezim menghancurkannya masa depan bangsa ini. kita bisa lihat Karhutla sampai hari ini belum bisa ditanganni oleh pemerintah ujar Erwin

Gerakan pemuda bukan hanya berkumpul dan berdiskusi, tetapi kita harus pastikan negara hadir untuk rakyat!" tegas Erwin.

Ia juga kembali mengingatkan agar pemuda tidak menyederhanakan peran mereka menjadi sekadar organisasi relawan kemanusiaan yang menyelesaikan dampak, alih-alih melawan penyebab utama bencana yang terjadi saat ini.

Lebih lanjut, ia mengkritik keras fenomena gerakan pemuda yang kini terjebak pada aksi karitatif permukaan tanpa menyentuh akar masalah. Ini berarti kita gagal dalam mengawal kebijakan negara yang pro terhadap kepentingan masyarakat marjinal," tambah Erwin.

Menjelang satu abad peringatan sumpah pemuda menjadi ikrar historis pemuda, momentum ini menjadi kritikan nyata bagi mahasiswa dan pemuda untuk kembali ke jalan perjuangan. Kita dituntut tidak sekadar menjadi penonton seremonial kenegaraan, melainkan menekan balik pemerintahan Prabowo agar segera menghentikan Karhutla yang mengorbankan Rakyat Ujar Erwin.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!