Rabu, 14 Oktober 2026 Indonesia
TERKINI
Sustainability Sinergi anak bangsa untuk kedaulatan energi negeri • Energy Dirjen EBTKE Terima Audiensi Bupati Kuningan Bersama DPRD dan Perwakilan Masyarakat Bahas Panas Bumi • Energy BP Batam Dampingi Dunia Usaha Usai Pemadaman Listrik Hampir 16 Jam • Lingkungan Hidup Kebakaran Gunung Soputan Capai 713 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman • Lingkungan Hidup Tiga Gunung di Sulawesi Utara Terbakar, Ratusan Hektare Lahan Terdampak • Lingkungan Hidup Karhutla di Gunung Klabat Meluas, 651 Hektare Lahan Hangus • Lingkungan Hidup Lebih dari 100 Hektare Kawasan Cagar Alam Gunung Lokon Terbakar • Energy PGE Gencar Bor Sumur Panas Bumi Sepanjang 2026, Jaga Pasokan Uap dan Tambah Kapasitas • Opinion Ketika Kekuasaan Berlutut, Apakah Keadilan Ikut Merendah? • News Sertipikat Tanah Elektronik, Ancaman Kejahatan Digital Jadi Sorotan • Energy DPD IMM Sumatera Utara Dukung Dialog PP Muhammadiyah dan FSPPB untuk Pembenahan Tata Kelola Migas Nasional •

Kebakaran Gunung Soputan Capai 713 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

Foto: Dok. Kompas.com –
Foto: Dok. Kompas.com –

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, MINAHASA TENGGARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, masih dalam penanganan tim gabungan sejak Minggu (2/8/2026). Berdasarkan estimasi sementara dari pemantauan titik panas melalui peta satelit Sipongi, luas area terdampak diperkirakan mencapai 713 hektare.

Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rainier Dondokambey, mengatakan sekitar 700 hektare area terbakar berada di dalam kawasan hutan, sedangkan sekitar 13 hektare lainnya berada di luar kawasan hutan.

Menurut Rainier, angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah pengukuran langsung di lapangan dilakukan.

“Perkiraan sementara berdasarkan hotspot dari peta satelit Sipongi mencapai kurang lebih 713 hektare. Hari ini juga ada tim yang melakukan pengukuran agar datanya lebih komprehensif,” katanya, Kamis (6/8/2026).

Sekat Api Dibangun untuk Lindungi Perkebunan Warga

Meski api dilaporkan belum mencapai permukiman, lokasi kebakaran berbatasan langsung dengan lahan perkebunan masyarakat. Untuk mencegah api meluas, tim gabungan membuat sekat api di sejumlah titik yang berdekatan dengan area perkebunan.

Rainier menjelaskan, upaya awal dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri dengan membangun sekat api agar kobaran tidak merambat ke lahan milik warga.

“Tindakan awal yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri adalah membuat sekat-sekat api yang berbatasan dengan perkebunan masyarakat agar api tidak merambat,” ujarnya.

Medan Curam Hambat Pemadaman

Proses pemadaman menghadapi kendala berupa kondisi topografi Gunung Soputan yang berbukit hingga curam. Medan tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran roda empat tidak dapat menjangkau seluruh titik api.

Sebagai alternatif, petugas menggunakan alat pemadam portabel jenis jet shooter yang dibawa langsung menuju lokasi kebakaran. Peralatan tersebut dioperasikan oleh personel Manggala Agni bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.

“Topografi di Soputan cukup berat sehingga kendaraan pemadam tidak bisa masuk sampai ke titik api. Karena itu digunakan jet shooter yang dibawa petugas langsung menuju kepala api,” jelas Rainier.

Water Bombing Menunggu Prosedur Kebencanaan

Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan pesawat untuk pemadaman melalui metode water bombing. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penetapan status tanggap darurat bencana oleh pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku.

Rainier menyampaikan bahwa setelah status tanggap darurat ditetapkan, gubernur dapat mengusulkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dukungan pemadaman menggunakan pesawat maupun modifikasi cuaca.

“Penggunaan water bombing harus melalui mekanisme kebencanaan. Setelah ada penetapan status tanggap darurat sesuai prosedur, gubernur akan mengusulkan kepada BNPB untuk pemadaman melalui pesawat ataupun modifikasi cuaca,” ungkapnya.

Vegetasi Didominasi Padang Ilalang

Rainier menyebut vegetasi di lokasi kebakaran didominasi padang ilalang. Di beberapa titik juga terdapat pohon pinus yang merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi kawasan setelah erupsi Gunung Soputan pada masa lalu.

“Secara visual memang didominasi ilalang. Kalau ada pinus, itu merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi sebelumnya,” tutup Rainier.

Hingga laporan tersebut disampaikan pada 6 Agustus 2026, luas kebakaran masih berupa estimasi berdasarkan pemantauan satelit dan proses pengukuran lapangan masih dilakukan. Karena itu, angka 713 hektare belum dapat dianggap sebagai luasan akhir kebakaran.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!