SINERGYNEWS.ID, Denpasar — PT Pertamina (Persero) mengalokasikan sekitar 75% dari total belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan untuk bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas). Investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi, menemukan cadangan baru, serta menahan penurunan produksi alami demi mendukung target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2030.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan hal tersebut di sela-sela kegiatan 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026).
Menurut Oki, besarnya alokasi investasi untuk sektor hulu merupakan bagian dari mandat pemerintah kepada Pertamina untuk meningkatkan produksi migas nasional. Perusahaan juga mempercepat pengembangan sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi sumber daya besar.
Blok Rokan Dikembangkan untuk Migas Nonkonvensional
Di Sumatra, Pertamina tengah membangun ekosistem pengembangan minyak dan gas nonkonvensional (unconventional oil and gas) di Blok Rokan. Wilayah tersebut disebut memiliki potensi minyak lebih dari 11 miliar barel.
Oki menjelaskan, pengembangan sumber daya tersebut membutuhkan dukungan ekosistem industri yang memadai, termasuk keterlibatan sekitar 50 vendor. Keberadaan banyak penyedia jasa diharapkan dapat menekan biaya per sumur sehingga pengembangan migas nonkonvensional menjadi lebih efisien.
Pertamina mengacu pada ekosistem industri di Permian Basin, Texas, Amerika Serikat, yang memiliki banyak vendor pendukung kegiatan produksi.
Padang Pancuran Dipercepat
Selain Blok Rokan, Pertamina juga mempercepat pengembangan temuan minyak Padang Pancuran di Wilayah Kerja Jambi Merang, Sumatra. Menurut Oki, temuan tersebut memiliki potensi minyak lebih dari 1 miliar barel.
Percepatan pengembangan Padang Pancuran menjadi bagian dari upaya Pertamina mengoptimalkan potensi sumber daya baru. Namun, potensi sumber daya tersebut masih perlu melalui tahapan pengembangan sebelum dapat dikonversi menjadi produksi.
Indonesia Timur Jadi Fokus Eksplorasi Gas
Investasi hulu Pertamina juga menjangkau wilayah Jawa hingga Indonesia Timur. Oki menyebut Region 4 untuk kegiatan hulu domestik memiliki banyak aktivitas eksplorasi, dengan potensi minyak dan gas, terutama gas.
Pertamina membagi kegiatan hulu dalam negeri ke empat wilayah operasi, sementara satu region lainnya menangani operasi internasional. Aktivitas eksplorasi di Indonesia Timur menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mencari sumber daya baru untuk menopang produksi migas ke depan.
Produksi Migas Pertamina Tembus 1 Juta BOEPD pada 2025
Sepanjang tahun buku 2025, Pertamina mencatatkan produksi minyak dan gas bumi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (barrels of oil equivalent per day/BOEPD).
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa kinerja perusahaan ditopang pengelolaan bisnis energi dari hulu hingga hilir, termasuk upaya menjaga keandalan pasokan energi dan mendorong transisi menuju energi rendah karbon.
Di sektor pengolahan, Pertamina mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7%. Kilang-kilang perusahaan mengolah total intake mencapai 333 juta barel sepanjang 2025 untuk mengoptimalkan produksi bahan bakar dan produk bernilai tinggi.
Pada periode yang sama, Pertamina membukukan laba bersih sebesar US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,20 triliun. Pendapatan perusahaan mencapai US$70,89 miliar atau sekitar Rp1.167,99 triliun, dengan EBITDA sebesar US$11,43 miliar atau sekitar Rp188,33 triliun.
Pertamina juga merealisasikan investasi domestik sebesar US$5,9 miliar atau sekitar Rp97,20 triliun. Sementara itu, upaya dekarbonisasi perusahaan disebut berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e sepanjang 2025.
Dengan alokasi mayoritas capex pada sektor hulu, Pertamina berupaya memperkuat portofolio sumber daya migas dan meningkatkan produksi. Keberhasilan strategi tersebut akan bergantung pada realisasi pengembangan lapangan, efisiensi biaya, serta kemampuan mengubah potensi sumber daya menjadi produksi komersial.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.