Minggu, 11 Oktober 2026 Indonesia
TERKINI
Sustainability Sinergi anak bangsa untuk kedaulatan energi negeri • Energy Hidrogen Alam Berpotensi Jadi Peluang Energi Baru Indonesia • Energy Hydrogen Day 2026 Dorong Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Indonesia • Energy Mobil Hidrogen Uji Jalan Jakarta–Bandung, Infrastruktur Pengisian Masih Terbatas • Energy Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi Raih ASEAN Women in Energy Excellence Award 2026 • Energy Dari Gedung hingga Kantin, Ditjen EBTKE Terapkan Konservasi Energi • Energy Pertamina NRE Hadirkan PLTS dan Air Bersih untuk SD di Simalungun • Energy Pertamina NRE Pasang PLTS dan Sumur Bor untuk Dukung Kebutuhan SD di Simalungun • Campus Cegah Penipuan Digital, Mahasiswa UHB Kembangkan Aplikasi Deteksi Bukti Transfer Palsu Berbasis Android • Campus Kembangkan Potensi Mahasiswa di Bidang Olahraga Elektronik, UKM E-Sports UHB Gelar Temu Perdana Calon Player Talenta Muda • Energy BPK Soroti Kepastian Kelembagaan SKK Migas dalam Tata Kelola Hulu Migas •

Hydrogen Day 2026 Dorong Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Indonesia

J
Jeski
11 October 2026
Foto: Dok. Listrik Indonesia. Pelepasan uji jalan mobil hidrogen rute Jakarta–Bandung dalam rangka Hydrogen Day 2026.
Foto: Dok. Listrik Indonesia. Pelepasan uji jalan mobil hidrogen rute Jakarta–Bandung dalam rangka Hydrogen Day 2026.

Dengarkan artikel ini:
Audio ini dibuat dengan teknologi AI.
0:00 / 0:00

JAKARTA, SINERGYNEWS.ID – Pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia mulai diperkenalkan melalui uji jalan kendaraan dari Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan, Jakarta, menuju Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (10/10/2026). Dalam rangkaian Hydrogen Day 2026 tersebut, tiga mobil konversi hidrogen dan satu bus hidrogen hybrid diesel mengikuti perjalanan untuk memperkenalkan pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi sekaligus menunjukkan pentingnya infrastruktur pendukung.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah menargetkan ketersediaan hidrogen hijau di pasar domestik hampir 200 ton per tahun pada 2026. Target tersebut diharapkan menjadi fondasi pembentukan pasar awal sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.

“Pada 2026 kami menargetkan ketersediaan hidrogen hijau di pasar domestik hampir 200 ton per tahun sebagai fondasi pembentukan pasar awal dan sinyal kepastian bagi pelaku usaha dan investor,” ujar Eniya.

Menurutnya, pengembangan hidrogen tidak cukup berhenti pada tahap riset dan produksi. Pemanfaatan nyata, pembangunan infrastruktur distribusi, serta pertumbuhan permintaan juga diperlukan agar ekosistem hidrogen dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa kendaraan hidrogen akan mengaspal ada 3 mobil konversi hidrogen dan 1 bus hidrogen hybrid diesel. HRS sendiri sekarang sudah ada enam. HRS Senayan merupakan yang pertama di Indonesia, yang pembangunannya didukung PLN dan diselesaikan dalam waktu dua bulan,” kata Eniya.

Infrastruktur Pengisian Jadi Fondasi Pasar Hidrogen

Ketersediaan stasiun pengisian hidrogen menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kendaraan berbasis hidrogen. Menurut Eniya, Indonesia saat ini memiliki enam HRS untuk mendukung pemanfaatan hidrogen.

Meski demikian, pengembangan kendaraan hidrogen masih membutuhkan dukungan lebih luas, mulai dari ketersediaan bahan bakar dan jaringan pengisian hingga teknologi kendaraan, regulasi, serta model bisnis yang layak secara ekonomi.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah meluncurkan Roadmap Hydrogen and Ammonia Nasional (RHAN) pada April 2025. Dokumen tersebut memuat 215 rencana aksi yang mencakup pengembangan produksi, pemanfaatan, serta strategi implementasi hidrogen dan amonia untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar global.

Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan investor. Forum tersebut diarahkan untuk menjembatani pembahasan kebijakan dan kerja sama dengan penawaran proyek serta rencana aksi yang lebih konkret.

PLN Kembangkan Produksi Hidrogen Hijau

Dari sisi pasokan, PT PLN Indonesia Power turut mengembangkan hidrogen hijau sebagai bagian dari strategi transisi energi dan upaya menekan emisi karbon.

Kepala Unit Pengembangan Teknologi dan Manajemen Aset PT PLN Indonesia Power, Ir. Budhi Setiawan, mengatakan pengembangan hidrogen tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan bahan bakar dari sumber energi bersih, tetapi juga memperluas pemanfaatannya pada operasional pembangkit listrik, sektor transportasi, dan pengembangan bahan bakar alternatif.

PLN Indonesia Power mengoperasikan 12 unit Green Hydrogen Plant (GHP) yang tersebar di sejumlah pembangkit di Indonesia. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kapasitas produksi sekaligus memperluas pemanfaatan hidrogen dalam sistem energi nasional.

Hidrogen hijau juga berpotensi mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060. Pemanfaatannya dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, terutama pada sektor yang sulit sepenuhnya beralih ke elektrifikasi langsung.

Namun, penerapan hidrogen secara luas masih bergantung pada efisiensi produksi, biaya, ketersediaan energi terbarukan, serta kesiapan infrastruktur penyimpanan dan distribusi.

DEN: Produksi dan Permintaan Harus Seimbang

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menilai Indonesia memiliki modal awal untuk mengembangkan pasar hidrogen rendah karbon. Potensi energi terbarukan dan kebutuhan hidrogen di sektor industri dapat menjadi pendorong terbentuknya ekosistem tersebut.

Meski demikian, pengembangan pasar perlu ditopang keseimbangan antara produksi, distribusi, dan permintaan. Peningkatan kapasitas produksi tanpa diikuti pasar yang memadai berisiko menghambat keberlanjutan proyek. Sebaliknya, pertumbuhan permintaan juga perlu diimbangi pasokan yang andal dan infrastruktur yang mencukupi.

Ia menilai pengalaman Indonesia dalam mendorong kendaraan listrik dapat menjadi pembelajaran untuk mengembangkan kendaraan berbasis hidrogen.

“Dahulu kita mendorong percepatan kendaraan listrik, sekarang begitu pula untuk kendaraan berbasis hidrogen yang tentunya akan didukung oleh regulasi,” ujar Sripeni.

Uji Jalan Jadi Awal Pengembangan Kendaraan Hidrogen

Uji jalan Jakarta–Bandung dalam Hydrogen Day 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan teknologi kendaraan hidrogen kepada publik sekaligus menunjukkan peran stasiun pengisian dalam mendukung operasional kendaraan.

Namun, keberhasilan pengembangan kendaraan hidrogen tidak hanya diukur dari kemampuan kendaraan menempuh perjalanan. Ketersediaan hidrogen hijau, biaya produksi dan pengisian, efisiensi energi, keselamatan, serta kesiapan infrastruktur turut menentukan kelayakan penerapannya secara komersial.

Dengan target ketersediaan hampir 200 ton hidrogen hijau per tahun pada 2026, pengoperasian 12 unit GHP oleh PLN Indonesia Power, dan pengembangan infrastruktur pengisian, Indonesia mulai membangun fondasi pasar hidrogen.

Tantangan berikutnya adalah menghubungkan produksi dengan kebutuhan pengguna melalui rantai pasok yang andal dan biaya yang kompetitif. Dengan begitu, hidrogen dapat berkembang dari tahap pengenalan teknologi menjadi salah satu pilihan dalam mendukung transisi energi nasional.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!