sinergynews.id, JAKARTA – Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) terus memperluas penerapan konservasi energi di lingkungan kerja melalui berbagai aktivitas sehari-hari. Salah satunya melalui percontohan pemanfaatan teknologi listrik pada kompor dalam program Kompor Electric Zone di Kantin Gedung Slamet Bratanata, Jakarta, Kamis (1/10).
Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menekankan bahwa upaya efisiensi energi perlu dimulai dari lingkungan sendiri. Insan EBTKE, menurutnya, perlu terlebih dahulu menerapkan praktik tersebut sebelum mendorong penerapannya secara lebih luas. “Harus sebagai pelaku kalau kita bicara tentang efisiensi energi,” ujar Eniya.
Selaras dengan arahan Dirjen EBTKE, Direktur Konservasi Energi Gigih Udi Atmo menjelaskan langkah ini merupakan kelanjutan penerapan konservasi energi yang telah berjalan di Gedung Slamet Bratanata sejak 2019 melalui sistem manajemen energi ISO 50001. Penerapan building automation system, sistem manajemen energi, serta pengaturan pola kerja termasuk co-working space telah menghasilkan penghematan energi sekitar 500 ribu kWh atau setara Rp750 juta per tahun.
“Dari program ISO 50001 sistem manajemen energi, sejak 2019 kita telah menghemat 25 persen tagihan listrik. Dua puluh lima persen tagihan listrik ini setara Rp750 juta per tahun, menghemat listriknya 500 ribu kWh,” jelas Gigih.
Melalui Kompor Electric Zone, empat unit kompor berteknologi induksi mulai digunakan di kantin sebagai proses pembelajaran untuk melihat pola memasak dan kebutuhan energi pada kegiatan UMKM di lingkungan perkantoran. Uji coba berlangsung hingga Desember 2026 dan didukung PLTS atap 20 kWp yang telah terpasang di Gedung Slamet Bratanata.
Bagi Eniya, pengalaman langsung menjadi penting agar konservasi energi tidak berhenti sebagai program, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari. “Insan EBTKE harus merasakan sendiri lifestyle untuk melakukan green style,” ungkap Eniya.
Melalui penerapan konservasi energi dari gedung hingga kantin, Ditjen EBTKE mendorong lingkungan kerja pemerintah menjadi ruang pembelajaran sekaligus contoh penerapan penggunaan energi yang lebih efisien.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.