Selasa, 12 Mei 2026 Indonesia

Dorong Budaya Kerja Cerdas, BPP Disnakertrans Jateng Bedah Sistem Manajemen Kaizen Teian

J
Josua Sondakh
10 February 2026
203
Dorong Budaya Kerja Cerdas, BPP Disnakertrans Jateng Bedah Sistem Manajemen Kaizen Teian

SEMARANG – Balai Pengembangan Produktivitas (BPP) Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah memperkuat kapasitas SDM daerah melalui gelaran kelas online eksklusif bertema Kaizen Teian, Selasa (10/2/2026). Langkah strategis ini diambil untuk menanamkan budaya kerja yang berorientasi pada efisiensi tinggi bagi para tenaga kerja serta pelaku usaha di Jawa Tengah.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ibu Siti Zubaedah A, S.Sos selaku Kepala Balai Peningkatan Produktivitas Disnakertrans Prov. Jateng. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya transformasi pola pikir tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan persaingan industri yang semakin kompetitif melalui inovasi dari akar rumput.

Image
Optimalkan Budaya Saran, BPP Disnakertrans Jateng Bedah 7 Langkah Kaizen Teian untuk Produktivitas Kerja

"BPP hadir untuk memberikan metode agar setiap individu di Jawa Tengah mampu berkontribusi lebih dari sekadar rutinitas. Melalui Kaizen Teian, kami mendorong terciptanya budaya di mana masukan sekecil apa pun dihargai dan dieksekusi sebagai langkah perbaikan nyata. Ini adalah esensi dari bekerja lebih cerdas," tegas Siti Zubaedah.

Hadir sebagai narasumber utama, Lizqy Devina Izzati, S.T., seorang Instruktur Ahli Muda dari BLK Semarang 2 yang merupakan pakar di bidang Teknik Industri lulusan Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Lizqy mengupas tuntas teknis penerapan suggestion system yang mampu mengeliminasi pemborosan (muda) di lingkungan kerja.

Optimalkan Budaya Saran, BPP Disnakertrans Jateng Bedah 7 Langkah Kaizen Teian untuk Produktivitas Kerja

Terdapat  tiga pilar utama agar tidak terjadi pemborosan (muda) di lingkungan kerja:

  • Prinsip Perbaikan dari Akar: Fokus pada solusi permanen untuk masalah teknis di perusahaan maupun UMKM.
  • Keberanian Berinovasi: Membangun mentalitas karyawan agar aktif memberikan saran perbaikan tanpa rasa takut salah.
  • Standardisasi Proses: Mengunci setiap keberhasilan perbaikan menjadi standar operasional prosedur (SOP) baru yang lebih efisien.

Selain itu, kelas ini membedah secara mendalam metodologi Kaizen Teian. Metodologi ini bukan sekadar memberi saran, melainkan sebuah sistem yang memotivasi karyawan untuk terus melakukan perbaikan pada bidang kerjanya masing-masing.

Memahami 7 Langkah Kaizen Teian Dalam sesi substansi, dijelaskan bahwa Kaizen Teian memiliki alur sistematis agar setiap ide perbaikan dapat terorganisir dengan baik:

  1. Identifikasi Masalah: Menemukan titik hambatan atau pemborosan (Muda) dalam pekerjaan harian.
  2. Analisis Kondisi Saat Ini: Memetakan proses yang berjalan untuk melihat letak ketidakefisienan.
  3. Pengembangan Ide Perbaikan: Merumuskan solusi kreatif yang praktis dan mudah diterapkan.
  4. Uji Coba/Eksperimen: Menerapkan ide dalam skala kecil untuk melihat efektivitasnya.
  5. Evaluasi Hasil: Mengukur dampak perbaikan terhadap waktu, biaya, atau kualitas kerja.
  6. Standarisasi: Menjadikan hasil perbaikan yang sukses sebagai prosedur standar baru (SOP).
  7. Penyebaran (Roll-out): Membagikan keberhasilan tersebut ke unit kerja lain agar manfaatnya meluas.

Peserta yang terdiri dari 60 orang terpilih menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi simulasi penyusunan ide perbaikan. Dialog interaktif mengungkap bahwa banyak kendala produksi sebenarnya bisa diselesaikan melalui perubahan prosedur sederhana yang sistematis.

Sebagai tindak lanjut, BPP Disnakertrans Jateng berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan produktivitas berbasis metodologi global. Hal ini sejalan dengan visi instansi untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat tenaga kerja produktif yang berbasis pada budaya inovasi berkelanjutan.


Cross-Linking Strategis: Budaya kerja yang produktif merupakan bagian dari pembangunan karakter intelektual muda. Simak ulasan lengkap IKSADA Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Google Masuk dengan Google
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!