SEMARANG – Balai Pengembangan Produktivitas (BPP)
Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah memperkuat kapasitas SDM daerah melalui
gelaran kelas online eksklusif bertema Kaizen Teian, Selasa
(10/2/2026). Langkah strategis ini diambil untuk menanamkan budaya kerja yang
berorientasi pada efisiensi tinggi bagi para tenaga kerja serta pelaku usaha di
Jawa Tengah.
Acara ini dibuka
secara resmi oleh Ibu Siti Zubaedah A, S.Sos selaku Kepala
Balai Peningkatan Produktivitas Disnakertrans Prov. Jateng. Dalam sambutannya,
beliau menekankan pentingnya transformasi pola pikir tenaga kerja agar mampu
beradaptasi dengan persaingan industri yang semakin kompetitif melalui inovasi
dari akar rumput.

"BPP hadir untuk
memberikan metode agar setiap individu di Jawa Tengah mampu berkontribusi lebih
dari sekadar rutinitas. Melalui Kaizen Teian, kami mendorong
terciptanya budaya di mana masukan sekecil apa pun dihargai dan dieksekusi
sebagai langkah perbaikan nyata. Ini adalah esensi dari bekerja lebih
cerdas," tegas Siti Zubaedah.
Hadir sebagai
narasumber utama, Lizqy Devina Izzati, S.T., seorang Instruktur
Ahli Muda dari BLK Semarang 2 yang merupakan pakar di bidang Teknik Industri
lulusan Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Lizqy mengupas tuntas teknis
penerapan suggestion system yang mampu mengeliminasi
pemborosan (muda) di lingkungan kerja.
Optimalkan Budaya Saran, BPP Disnakertrans
Jateng Bedah 7 Langkah Kaizen Teian untuk Produktivitas Kerja
Terdapat tiga
pilar utama agar tidak terjadi pemborosan (muda) di lingkungan kerja:
- Prinsip Perbaikan dari Akar: Fokus pada solusi permanen untuk
masalah teknis di perusahaan maupun UMKM.
- Keberanian Berinovasi: Membangun mentalitas karyawan agar
aktif memberikan saran perbaikan tanpa rasa takut salah.
- Standardisasi Proses: Mengunci setiap keberhasilan
perbaikan menjadi standar operasional prosedur (SOP) baru yang lebih
efisien.
Selain itu, kelas ini
membedah secara mendalam metodologi Kaizen Teian. Metodologi ini
bukan sekadar memberi saran, melainkan sebuah sistem yang memotivasi karyawan
untuk terus melakukan perbaikan pada bidang kerjanya masing-masing.
Memahami 7 Langkah
Kaizen Teian Dalam sesi
substansi, dijelaskan bahwa Kaizen Teian memiliki alur
sistematis agar setiap ide perbaikan dapat terorganisir dengan baik:
- Identifikasi Masalah: Menemukan titik hambatan atau
pemborosan (Muda) dalam pekerjaan harian.
- Analisis Kondisi Saat Ini: Memetakan proses yang berjalan untuk
melihat letak ketidakefisienan.
- Pengembangan Ide Perbaikan: Merumuskan solusi kreatif yang
praktis dan mudah diterapkan.
- Uji Coba/Eksperimen: Menerapkan ide dalam skala kecil
untuk melihat efektivitasnya.
- Evaluasi Hasil: Mengukur dampak perbaikan terhadap
waktu, biaya, atau kualitas kerja.
- Standarisasi: Menjadikan hasil perbaikan yang
sukses sebagai prosedur standar baru (SOP).
- Penyebaran (Roll-out): Membagikan keberhasilan tersebut ke
unit kerja lain agar manfaatnya meluas.
Peserta yang terdiri
dari 60 orang terpilih menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi
simulasi penyusunan ide perbaikan. Dialog interaktif mengungkap bahwa banyak
kendala produksi sebenarnya bisa diselesaikan melalui perubahan prosedur
sederhana yang sistematis.
Sebagai tindak lanjut,
BPP Disnakertrans Jateng berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan
produktivitas berbasis metodologi global. Hal ini sejalan dengan visi instansi
untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat tenaga kerja produktif yang berbasis
pada budaya inovasi berkelanjutan.
Cross-Linking
Strategis: Budaya
kerja yang produktif merupakan bagian dari pembangunan karakter intelektual
muda. Simak ulasan lengkap IKSADA Pondok Pesantren Darul Amanah
Kendal
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.