Rabu, 07 Oktober 2026 Indonesia

Sumur GNK-115 Gunung Kemala Lampaui Target, Produksi Minyak Capai 2.423 BOPD

J
Josua Sondakh
07 October 2026
Sumur GNK-115 Gunung Kemala Lampaui Target, Produksi Minyak Capai 2.423 BOPD
Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00
Audio ini dibuat dengan teknologi AI.

sinergynews.id, Sumatera Selatan – Kinerja positif kembali dicatat sektor hulu minyak dan gas bumi nasional. Sumur pengembangan GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan, mencatat hasil uji produksi sementara yang jauh melampaui target awal.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan, sumur yang dikelola PT Pertamina EP Asset 2 melalui PHR Zona 4 tersebut mampu menghasilkan 2.423,29 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,95 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Produksi tersebut mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF-K1 tanpa bantuan pompa. Capaian ini jauh di atas target awal sebesar 220 BOPD.

Djoko menjelaskan, produksi berasal dari Layer K dengan kondisi tekanan reservoir yang dinilai baik. Sumur tersebut berada di wilayah barat laut Kota Prabumulih.

Dibor 31 Hari

Pengeboran sumur GNK-115 dimulai pada 21 Juli 2026 dari lokasi GNK-PD66. Pekerjaan dilakukan dengan metode directional drilling menggunakan Rig PDSI #41.3/N110-UE.

Sumur dibor hingga kedalaman akhir 1.951 meter measured depth (MD) atau 1.835,19 meter true vertical depth (TVD).

Hingga tahap pengeboran dan uji produksi pada 5 Oktober 2026, pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu 31 hari, lebih cepat dari program yang ditetapkan selama 33 hari.

Dari sisi keselamatan kerja, operasi GNK-115 juga mencatat 57.288 jam kerja aman (safe man hours) sejak tajak pertama. Capaian tersebut menjadi bagian dari penerapan aspek HSSE dan operational excellence dalam kegiatan pengeboran.

Produksi Tinggi, Biaya Masih di Bawah AFE

Selain mencatat produksi di atas target, pengembangan sumur GNK-115 juga masih berada dalam batas anggaran yang ditetapkan.

Hingga 5 Oktober 2026, biaya yang telah dikeluarkan tercatat sebesar USD 4.975.013,26, atau sekitar 76,91 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Dengan demikian, hasil uji produksi sementara tersebut dicapai dengan realisasi biaya yang masih berada di bawah pagu anggaran.

Meski demikian, hasil produksi GNK-115 saat ini masih berstatus uji produksi sementara dan belum masuk tahap produksi komersial.

SKK Migas berharap sumur tersebut dapat segera diproduksikan untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Keberhasilan GNK-115 menjadi salah satu catatan positif dalam upaya mendorong kinerja produksi hulu migas, khususnya melalui optimalisasi pengembangan lapangan eksisting.

Catatan: Angka produksi dalam berita ini merupakan hasil uji produksi sementara berdasarkan laporan SKK Migas dan belum mencerminkan produksi komersial sumur.

GNK-115, Gunung Kemala, Prabumulih, SKK Migas, Pertamina EP, PHR Zona 4, migas, minyak dan gas, produksi minyak, produksi migas, hulu migas, Sumatera Selatan

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Josua Sondakh dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!